Showing posts with label Cisco Packet Tracer. Show all posts
Menghubungkan Beda Vlan Dengan Switch Layer 3 Di Cisco Packet Tracer
Saturday, April 22, 2017
Posted by Unknown
Tag :
Cisco Packet Tracer
Menghubungkan Beda Vlan Dengan Switch Layer 3 Di Cisco Packet Tracer
Pengertian
Switch layer 3 ini fungsinya hampir sama seperti Router , karena dia
berjalan di Layer 3 OSI Model.karena untuk menghubungkan vlan perlu adanya prangkat osi layer 3.maka Switch layer 3 ini bisa di gunakan untuk menghubungan deda vlan
Latar belakang
karena untuk menghubungkan vlan perlu adanya prangkat osi layer 3.maka Switch layer 3 ini saya coba gunakan untuk menghubungan deda vlan
Tujuan
Menghubungkan beda vlan dengan Switch layer 3
Alat dan bahan
Aplikasi Cisco Packet Tracer
Waktu pelaksanaan
10 menit
Tahap pelaksanaan
1.ok saya akan membuat vlan dana nama vlan.vlan 10(admin) & vlan 20(user)
Switch(config)#vlan 10
Switch(config-vlan)#name admin
Switch(config-vlan)#exit
Switch(config)#vlan 20
Switch(config-vlan)#name user
Switch(config-vlan)#exit
2.pada vlan 10 untuk mempercepat pengalokasian interface maka saya gunakan range
Switch(config)#interface range fastEthernet 0/1-2
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 10
Switch(config-if-range)#exit
3.pada vlan 20 untuk mempercepat pengalokasian interface maka saya gunakan range
Switch(config)#interface range fastEthernet 0/3-4
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 20
Switch(config-if-range)#exit
4.kemudian saya akan menambahkan ip address & netmask untuk interface vlan 10
Switch(config)#interface vlan 10
Switch(config-if)#ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
Switch(config-if)#exit
5.selanjutnya saya akan menambahkan ip address & netmask untuk interface vlan 20
Switch(config)#interface vlan 20
Switch(config-if)#ip address 192.168.20.1 255.255.255.0
Switch(config-if)#exit
6.ini adalah perintah untuk menghubungkan 2 vlan tersebut
Switch(config)#ip routing7.pastikan vlan tadi sudah hidup/up
Switch(config)#exit
lalu kita tes dengan menggunaan commmand prompt
Kesimpulan
Menghubungkan beda vlan dengan Switch layer 3 teryata bisa.karena Switch layer 3 ini berjalan sama dengan router.
Refrensi
Modul Cisco IDN
Konfigurasi Dasar Routing Static Pada Cisco Packet Tracer
Thursday, April 20, 2017
Posted by Unknown
Tag :
Cisco Packet Tracer
Konfigurasi Dasar Routing Static Pada Cisco Packet Tracer
Static routing (Routing Statis) adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statik yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan.Routing static pengaturan routing paling sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer.Menggunakan routing static murni dalam sebuah jaringan berarti mengisi setiap entri dalam forwading table disetiap router yang berada dijaringan tersebut.
B.Latar Belakang
Latar belakang dari kegiatan ini yaitu kita melakukan routing static ini karena saya ingin mengetahui bagaimana cara kerja static routing.
C.Maksud dan Tujuan
Apabila kita melakukan static routing ini memiliki keuntungan dari segi keamanan, karena static routing lebih aman daripada dynamic routing terhadap metode spoofing. Namun static routing juga memiliki kekurangan, kelemahan menggunakan static routing yaitu rentan terhadap kesalahan penulisan dan lebih merepotkan dibandingkan dynamic routing, karena kita harus melaukan routing secara manual satu-satu.
D.Alat dan Bahan
1.Laptop
2.Apk Cisco Packettracer
E.Jangka Waktu Pelaksanaan
Kurang lebih 20 menit
F.Tahp Pelaksanaan
1.Buat topologinya dulu
2.Kemudian mulai mengconfig pada masing-masing router dengan cara double klik pada router,jika ada bacaan seperti dibawah ini pilih "no"
konfig di router 1
Router>enable
Router#conf t
Router(config)#int gig0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.10.3 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config)#int gig0/1
Router(config-if)#ip add 192.168.20.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
config pada router 2
Router>enable
Router#conf t
Router(config)#int gig0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.20.3 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config)#int gig0/1
Router(config-if)#ip add 192.168.30.3 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
3.Selanjutnya
beri IP pada masing - masing PC/Laptop yang telah di buat pada
topologi, dengan cara double klik pada PC/Laptop > Desktop > IP
Configuration.
4. Jika
sudah silahkan test ping dari Laptop 1 ke Laptop 2, pasti tidak bisa.
Karena kedua Router tersebut tidak terhubung secara langsung. Untuk itu
diperlukan yang namanya Routing. Berikut perintah - perintah untuk
merouting :
ip route (space) destination network (space) subnetmask (space) gateway
Pada Router 1
Router(config)#ip route 192.168.30.0 255.255.255.0 192.168.20.3
Pada Router 2
Router(config)#ip route 192.168.10.0 255.255.255.0 192.168.20.2
5. Kemudian silahkan test ping dari Laptop 1 ke Laptop 2 dengan cara double klik pada Laptop > Command Promt.
Dengan menggunakan routing static ini setiap rute yang digunakan untuk menghubungkan dengan network tujuan akan dimasukkan sendiri oleh admin jaringannya. Atau bisa dibilang bahwa seorang admin jaringan akan memberikan informasi routing tablenya secara manual ke router agar host 1 dengan yang lainnya dapat berkomuniksai. Dan hasil dari roting static ini adalah antar host yang berbeda subnet atau jaringan bisa saling berkomunikasi.
H.Refrensi
MODUL CISCO IDN.pdf
INTERKONEKSI 3 WORKSTATIONS
Pengertian
A. Pengertian
dalam konfigurasi ini saya menghubungkan satu jaringan (dns server) dengan dua jaringan yang lain (http server).
- DNS server adalah server yang dapat melayani permintaan dari client untuk mengetahui alamat yang digunakan oleh sebuah domain. Jadi, misalnya kita ingin mengakses facebook.com, maka server DNS akan mencari alamat dari facebook agar komputer kita dapat terhubung dengan facebook.
- Hypertext Transfer Protocol (HTTP) adalah sebuah protokol aplikasi untuk didistribusikan, kolaboratif, dan hypermedia sistem informasi. [1] HTTP adalah dasar dari komunikasi data untuk World Wide Web .Hypertext terstruktur teks yang menggunakan link logis ( hyperlink ) antara node yang berisi teks. HTTP adalah protokol untuk bertukar atau hypertext transfer.
B. Latar Belakang
ingin menghubungkan 3 buah network dengan menggunakan sebuah router
C. Maksud dan Tujuan
agar setiap client dapat mengakses layanan dari setiap server
D. Alat dan Bahan
1. laptop bisa juga melalui smartphone (cisco packet tracer juga memiliki aplikasi yang suport untuk smartphone)
2. cisco packet tracer
E. Jangka Waktu Pelaksanaa
disini saya membutuhkan waktu 15 menit untuk menghubungkan ketiga jaringan pada sebuah router
F. Tahap Pelaksanaan
- pertama kita buka aplikasi cisco packet tracer, kemudian kita buat topologi jaringannya. sperti di bawah.
- Langkah selanjutnya kita konfigurasi ip dari masing - masing Server & PC Client. Mulai dari bagian Server DNS,
SMK.NET(HTTP SERVER),
& SMK.SCH.ID(HTTP SERVER).
- Karena pada router hanya tersedia 2 port saja kita mabahkan port pada router dengan cara klik pada Router pada tab 'Physical' kita matikan dulu routrnya dengan cara klik pada bagian ini sampai lampu indikator mati. Kemudian kita drag & drop WC-1ENET pada slot yang kosong lalu kita hidupkan routenya lagi.
- Jika sudah hubungkan ke-3 server dengan kabel menuju router lalu pilih tab 'config' isikan gateway Ip server sesuai port ethetnet yang terhubung dengan server.
- Lalu pada bagian yang di gunakan sebagai HTTP Server silakan anda klik pada postingan saya sebelumnya konfigurasinya persis seperti itu.(SIMULASI MEMBUAT SERVER HTTP PADA JARINGAN)
- Begitu juga untuk DNS Server agar anda dapat melakukan konfigurasi DNS server pada konfigurasi kali ini silakan klik postingan saya yang ini (SIMULASI MEMBUAT SERVER DNS PADA JARINGAN)
- Setelah anda telah menerapkan konfigurasi HTTP & DNS Server pada konfigurasi kita kali ini. Kemudian silakan buka salah satu PC Client pilih tab 'Dekstop' pilih 'Web Browser' silakan masukan alamat yang telah kita isikan pada DNS Server tadi. Bila konfigurasi anda tidak ada yang salah maka alamat yang anda buat tadi dapat diakses.
Hasil dan Kesimpulan
setiap client dapat mengakses situs dari dua buah server http yang sebelumnya ip address dari dua buah server tersebut di ubah menjadi sebuah domain.
Referensi
Sekian Dari Saya & Terima Kasih




























